kebetulan saya mendapat link ini dari teman.
keadaan yang sama terjadi pula di negeri indonesia ini. untuk buku tentang komputer, judul yang bermunculan begitu banyak di toko2 buku terdekat. sampai2 kadang bingung untuk memilih buku yang mana…
disebutkan pula, bahwa rata2 untuk menguasai suatu bidang yang ditekuni secara mendalam, minimal dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun. contoh2 yang ada ialah mozart, the beatles, dsb. waktu yang terbilang ‘lama’ ini setelah lama2 saya pikirkan ternyata masuk akal juga.
selain itu, ketika pertama kali benar2 ‘belajar’ bahasa pemrograman, saya merasakan kebutuhan akan buku2 dengan judul teach yourself **** in **** hours/days/weeks. namun setelah menyelesaikan buku tersebut, apa yang saya rasakan ternyata sama persis dengan yang disajikan pada link tersebut.
pemrograman membutuhkan latihan, mentor, membaca source code orang dan tentunya kesabaran. dengan waktu yang dihabiskan selama itu, tentunya saya sendiri sudah mempertimbangkan masak2 untuk mempelajari bahasa pemrograman tertentu. bahasa pemrograman yang dipilih oleh saya ialah C. dari bahasa C ini saya kembangkan menuju C++, dan untuk kompatibilitas dengan hardware/embedded programming, saya mempelajari juga CISC and RISC assembly language.
tentunya dengan beberapa bahasa pemrograman diatas pun, waktu yang harus disediakan akan semakin bertambah. namun hasil yang akan didapat insya Allah sepadan…
so, buat temen2 yang ingin mendalami bahasa pemrograman apapun… ada baiknya artikel tersebut direnungi terlebih dahulu…
Wah, lama tak menyentuh programming, jadi kaku…
Terus kenapa ya di kuliah kita diajarkan berbagai macam bahasa pemrograman – tapi nggak diarahkan ke satu macam dan mendalaminya?
Sepertinya itu yang membuat banyak orang nggak terlalu keen on programming…
Kebanyakan teman pun, baru konsen ke salah satu bahasa setelah kerja, dan itu pun karena tuntutan tempat kerja.
Gimana baiknya ya?
Apa sampai sekarang kk masih setia dgn C?
saya masih mendalami bahasa C, karena memang pekerjaan saya programming dalam bahasa tersebut. memang tidak dapat dihindari ketika kita kuliah, banyak kurikulum yang memasukkan banyak bahasa pemrograman yang harus dipelajari oleh mahasiswanya.
).
mungkin terdapat alasan tersendiri mengapa pendekatan ini masih digunakan.
menurut pendapat saya, yang baik ialah kita diajari fundamental dari bahasa pemrograman itu sendiri. tidak dengan langsung mempelajari banyak bahasa pemrograman dan tidak terarah pada penguasaan bahasa pemrograman tertentu. setelah dasar2nya dikuasai, barulah sedikit2 mempelajari bahasa pemrograman yang lain.
karena salah satu kunci untuk mempelajari bahasa pemrograman lain, kita jg harus sudah mahir dalam satu bahasa pemrograman tertentu terlebih dahulu.
jika sudah masuk wilayah pekerjaan, banyak jg dari para pegawai baru harus mempelajari lagi bahasa pemrograman yang mungkin belum pernah dipelajarinya. oleh karena itu, seperti yang sudah saya katakan diatas, penguasaan terhadap satu bahasa akan mempermudah penguasaan bahasa lainnya(insya Allah). tapi jika situasinya ialah kita belum benar2 menguasai bahasa tertentu, maka bahasa pemrograman yang kita pelajari di tempat kerja harus kita kuasai dengan mendalam ( namanya jg kerja